Kita hafal ayatnya. Kita tahu urutannya. Kita membacanya dalam setiap shalat, hari demi hari, mungkin sudah bertahun-tahun.
Tetapi pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya, kalau Rasulullah ﷺ membaca Al-Fatihah, bagaimana beliau melafalkan setiap hurufnya?
Bagaimana cara beliau mengucapkan huruf-hurufnya? Bagaimana beliau memperhatikan makhrajnya? Bagaimana panjang pendek bacaannya? Dan bagaimana para sahabat mempelajari bacaan Al-Qur'an dari generasi ke generasi?
Dan yang paling dekat dengan kita, apakah bacaan Al-Fatihah yang selama ini kita baca sudah mendekati bacaan yang seharusnya?
Pertanyaan seperti ini mungkin tidak pernah muncul. Bukan karena kita tidak peduli dengan Al-Qur'an. Justru karena kita merasa sudah bisa membacanya.
Kita pernah belajar mengaji. Pernah belajar tajwid. Pernah belajar Al-Fatihah. Lalu bertahun-tahun membacanya dengan cara yang sama. Tanpa pernah kembali duduk bersama guru untuk memeriksa,
“Ustadz, apakah bacaan saya sudah benar-benar seperti cara Rasulullah membaca?”