Tahsin Al Quran

Mengapa Tahsin Al Quran Adalah Perintah Allah dan Rasul-Nya

Ustadz Sayuti Ambia 4 mnt baca

Tahsin bukan sekadar memperbaiki bacaan. Ia adalah konsekuensi iman kita terhadap Al Quran, sebagaimana Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Mari memahami mengapa belajar tajwid itu wajib, bukan pilihan.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwani wa akhwati fillah, rahimakumullah.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, Allah tidaklah menciptakan kita jin dan manusia di atas permukaan bumi ini melainkan untuk beribadah kepada-Nya. Dan beribadah di sini, sebagaimana pelajaran dasar keislaman kita, tidak sah dan tidak diterima kecuali kita penuhi syaratnya. Ada dua unsur yang harus terpenuhi agar ibadah kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dua Syarat Diterimanya Ibadah

Pertama, ikhlas. Ketika kita melakukan ibadah, ada keikhlasan di dalam hati kita. Ikhlasun niyyah, semata-mata karena Allah.

Kedua, mutaba'ah Rasul. Ketika menjalankan ibadah, kita mempraktikkannya sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana beliau melakukannya.

Contohnya, salat. Kita ketahui bersama bahwa salat harus kita laksanakan sebagaimana Rasulullah melakukannya, dengan dalil:

"Shallu kama ra'aytumuni usolli", yaitu Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat.

Begitu pula dengan ibadah-ibadah yang lain. Apa pun ibadah, kita mesti melakukannya sesuai sunnah Rasul.

Tilawah Al Quran Juga Ibadah yang Punya Aturan

Yang perlu kita sadari bersama, salah satu ibadah yang mesti kita lakukan sesuai sunnah Rasul adalah membaca Al Quran, bertilawah Al Quran. Jangan kita anggap tilawah Al Quran itu sesuatu yang tanpa aturan. Ketika Allah menganjurkan hamba-Nya membaca Al Quran, bukan sekadar anjuran membaca, tapi membaca semestinya.

Makna "semestinya" apa? Harus bertajwid, sebagaimana Rasulullah dulu membacanya.

Dalil dari Ali bin Abi Thalib

Ketika Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata, "Rasulullah mengajar aku Al Quran." Kemudian Nabi bersabda kepadanya:

"Iqra kama 'allamcuk", yaitu Bacalah, wahai Ali, sebagaimana yang telah aku ajarkan.

Jadi ternyata Nabi tidak hanya menyuruh Ali membaca Al Quran. Ada anjuran berikutnya, bacalah sebagaimana yang aku ajarkan. Bagaimana Rasulullah mengajarkan Ali dan para sahabat? Bertajwid.

Dalam riwayat Imam Ahmad dengan sanad hasan, Ali bin Abi Thalib pernah berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Innallaha ya'murukum antu 'allimu abnaakum Al Quran", yaitu Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kalian mengajarkan anak-anak kalian Al Quran.

Dan ada perintah berikutnya:

"Wa an ya'murukum antu qra'u kama 'ullimtum", yaitu Dan ajarkan bacaan Al Quran tersebut sebagaimana yang telah diajarkan kepada kalian.

Hukum Mempelajari Tajwid Menurut Imam Ibnu Jazari

Dari sinilah para ulama mengambil kesimpulan bahwa membaca Al Quran itu anjuran, namun ada anjuran berikutnya yang mesti kita perhatikan, yaitu bacaan kita harus sesuai dengan tajwid, sesuai bacaan Rasulullah yang diajarkan kepada sahabat dan ulama berikutnya.

Salah satunya, imamnya para imam tajwid, Imam Ibnu Jazari, dalam mukadimah manzumah tajwid beliau berkata:

"Wal akhlu bitajwidi hatmun lazimun, waman lam yushahihil qur'ana athimu", yaitu Mempelajari tajwid hukumnya wajib, mesti. Dan siapa yang tidak berusaha mempelajari Al Quran dengan tajwid, tidak memperbaiki bacaannya, maka dia berdosa.

Kenapa berdosa? Karena Al Quran Allah turunkan melalui Jibril kepada Nabi Muhammad dalam keadaan bertajwid. Allah awalnya membaca Al Quran bertajwid kepada Jibril. Jibril membaca sebagaimana ia mendengar dari Allah. Demikian pula diajarkan kepada Nabi kita, bertajwid. Nabi membacanya kepada para sahabat. Begitulah seterusnya.

Maka bagi kita, membaca Quran tanpa ilmu tajwid, sungguh yang kita peroleh bukan pahala, tapi menuai banyak dosa.

Jangan Jadikan Al Quran Sesuatu yang Diabaikan

Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mempelajari ilmu tajwid ini. Ibadah mesti kita lakukan ikhlas karena Allah, itu mungkin sudah kita lakukan. Tapi perhatikan syarat kedua, apakah bacaan Al Quran kita sudah sesuai dengan mutaba'ah Rasulullah?

Jangan sampai kita termasuk orang yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di hadapan Allah:

"Waqala Rasul, ya Rabbi, inna qaumi ittakhadhu hadal qur'ana mahjura", yaitu Ya Rabbi, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran sesuatu yang diabaikan.

Dan salah satu bentuk pengabaian umat Islam terhadap Al Quran adalah mengabaikan bacaan yang sesuai dengan tajwid.

Ayo Kembali Bersimpuh di Hadapan Guru

Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan bisa menginspirasi kita semua untuk kembali duduk bersimpuh lutut di hadapan guru, mempelajari Al Quran secara musyafahah, secara talaqqi. Karena dengan demikian, insya Allah bacaan Quran kita akan baik dan benar.

Inilah konsekuensi kita seorang Muslim terhadap Al Quran. Bagi kita yang telah beriman, maka konsekuensi iman terhadap Al Quran adalah kita mesti membacanya, dan membacanya dengan tajwid.

Mau mulai memperbaiki bacaan Al Fatihah Anda? Di FatihahQu, kami belajar langsung dari guru bersanad, online via Zoom, cocok untuk pemula. Mari mulai dari huruf demi huruf, sebagaimana Rasulullah mengajarkan para sahabat.

Sudah Siap Memperbaiki Bacaan Al Quran Anda?

Belajar langsung dari guru bersanad, online via Zoom. Cocok untuk pemula maupun yang ingin memperbaiki bacaan Al Fatihah.

Lihat Kelas Tahsin Al Fatihah

Ustadz Sayuti Ambia

Penulis di FatihahQu