Syaikh Ghazi dan 25 Tahun Mengajar Al Quran untuk Non-Arab
Selama 25 tahun, Syaikh Ghazi bin Sulaiman Al Faqih mengajar Al Quran di banyak negara Afrika dan Asia. Dari pengalaman itu lahir kitab Riyadatul Huruf, solusi khusus untuk kesulitan kita, penutur non-Arab.
Bayangkan seorang guru yang selama 25 tahun mengajar Al Quran di banyak negara, dari Afrika hingga Asia Timur. Dari pengalaman panjang itu, lahir sebuah kitab kecil yang menjadi solusi bagi jutaan Muslim non-Arab yang kesulitan membaca huruf hijaiyah. Inilah kisah Syaikh Ghazi bin Sulaiman Al Faqih dan kitab Riyadatul Huruf.
Bermula dari Kesulitan Murid Non-Arab
Syaikh Ghazi menceritakan, dalam waktu yang sangat lama, beliau punya pengalaman mengajarkan Al Quran kepada orang non-Arab. Beliau mendapati banyak sekali Muslim non-Arab yang sangat bersungguh-sungguh dalam menghafal Quran. Lancar di saat menghafal.
Namun yang menjadi masalah, bacaan mereka ada beberapa huruf yang salah dalam pengucapannya. Bahkan walaupun sudah berusaha memperbaiki huruf tersebut, kesalahan tetap terulang kembali, sampai 10 kali.
Satu huruf diajarkan, dilupakan. Diajarkan lagi, dilupakan lagi. Berkali-kali.
Kenapa Bisa Begitu Sulit?
Syaikh Ghazi menjelaskan sebabnya. Huruf-huruf Arab itu pada dasarnya bukan huruf yang ada dalam bahasa kita. Huruf Arab tidak ada dalam bahasa non-Arab. Makanya kita sulit ketika diajarkan.
Makhraj huruf belum terbiasa. Lidah kita tidak terbiasa mengeluarkan huruf dari tempat keluarnya yang benar. Dan lebih dari itu, otak kita belum terkoneksi dengan lisan.
Mungkin di otak kita, dalam pikiran kita, sudah mampu membayangkan huruf dan pengucapannya. Tapi lisan kita belum terbiasa dengan huruf tersebut.
Contoh Nyata yang Sering Terjadi
Syaikh Ghazi memberi contoh konkret. Seseorang ingin mengucapkan huruf Ain, malah terbaca Ain biasa. Yang ingin dia ucapkan Ala, terbaca Ala. Padahal maknanya berubah total.
Begitu juga dengan huruf Tsa, Tha, Dzal, Dha. Ketika seseorang ingin mengucapkan satu huruf, malah terjadi pengucapan ke huruf yang lain. Yang diinginkan huruf A, tapi terbaca huruf B.
Dari Papan Tulis ke Kitab Riyadatul Huruf
Dulu, ketika Syaikh Ghazi mengajar murid-muridnya, beliau menulis di papan tulis dua huruf yang disandingkan. Misalnya huruf yang sulit dipasangkan dengan huruf yang mirip, agar murid bisa membedakan. Dan beliau mendapati kemanfaatan yang luar biasa bagi yang sungguh-sungguh ingin belajar.
Setelah beberapa tahun punya pengalaman mengajar non-Arab, dari yang sekadar di papan tulis, akhirnya beliau menuangkannya dalam satu kitab. Lahiralah Kitab Riyadatul Huruf, "Latihan Huruf".
Terjemahan Indonesia, Sebuah Nikmat
Di antara nikmat Allah, kitab Riyadatul Huruf ini diterjemahkan pertama kali langsung ke bahasa Indonesia. Dan yang menterjemahkan adalah Ustaz Sayuti Ambia, guru yang ada di hadapan kita, yang juga menjadi jembatan ilmu Syaikh Ghazi untuk umat Indonesia.
Syaikh Ghazi mengatakan, ini adalah sanad paling tinggi dalam ilmu pembelajaran. Karena kita mempelajari kitab langsung dengan penulisnya, dan bersamaan dengan penerjemahnya. Dua sumber ilmu dalam satu waktu.
Solusi untuk Berbagai Bangsa
Syaikh Ghazi mendapati banyak kaum Muslimin dari bermacam bangsa, bermacam negara, bermacam suku. Ketika mereka mempelajari kitab Riyadatul Huruf ini, mereka merasa bahagia dan senang. Karena kitab ini memberi solusi terhadap kepayahan mereka selama ini dalam membaca huruf hijaiyah.
Dari Afrika sampai Asia Timur, dari Indonesia sampai negeri-negeri jauh, masalahnya sama, yaitu huruf Arab bukan huruf asli bahasa mereka. Dan solusinya pun sama, yaitu melatih huruf demi huruf dengan metode yang tepat.
Belajar dari Sumbernya Langsung
Kini, kesempatan itu ada di hadapan kita. Kitab Riyadatul Huruf, ditulis oleh Syaikh Ghazi dari Madinah, diterjemahkan oleh Ustaz Sayuti, dan diajarkan langsung kepada kita. Bukan sekadar membaca kitab sendiri, tapi belajar dari guru yang bersanad hingga ke Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Di FatihahQu, kami membuka kelas tahsin Al Fatihah bersanad, dengan metode yang sama yang sudah membantu banyak Muslim non-Arab di berbagai negara. Online via Zoom, dari nol, huruf demi huruf. Karena setiap huruf yang kita perbaiki, adalah satu langkah lebih dekat kepada bacaan Rasulullah.
Sudah Siap Memperbaiki Bacaan Al Quran Anda?
Belajar langsung dari guru bersanad, online via Zoom. Cocok untuk pemula maupun yang ingin memperbaiki bacaan Al Fatihah.
Lihat Kelas Tahsin Al FatihahTim fatihahQU
Penulis di FatihahQu